Kedatangan Bill gates ke indonesia

11 05 2008

Jakarta – Meski tidak menyelesaikan kuliahnya, Bill Gates tidak menyarankan tindakannya itu untuk diikuti. Dengan tegas, bos Microsoft itu mengatakan kuliah adalah kesempatan penting dan karenanya jangan sampai disia-siakan.

“Saya sangat merekomendasikan untuk menyelesaikan kuliah, raih gelar akademis Anda. Saya ini contoh yang buruk,” ujar Chairman Microsoft Corp. ini sambil cengar-cengir.

Saran Gates di atas ia sampaikan di sesi tanya jawab kuliah umum bertajuk ‘Second Digital Decade‘ di Hall JCC, Jakarta, Jumat (9/5/2008). Saat itu, SBY menjawab pertanyaan mahasiswa tentang tips dan trik sukses di usia muda.

Gates menegaskan kuliah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan. Agar semakin optimal, pergunakan juga peluang untuk magang di berbagai perusahaan sebagai bekal merintis bisnis sendiri kelak.

Pria terkaya ke-3 dunia ini juga menegaskan betapa penting peran orang tua mendukung cita-cita sang anak. Ia lalu mencontohkan orangtuanya yang memberikan sebuah komputer sebagai kado sweet seventeen.

“Sains itu mudah asal kita enjoy. Kembangkan pengetahuan kalian, lalu sumbangkan demi kemajuan bangsa,” sambung Gates yang tidak menyelesaikan kuliahnya di Harvard University itu.

Jakarta – Meskipun produknya Bill Gates sudah merajai pasar software di Indonesia, namun ada satu yang belum mampu dikalahkan Microsoft.

Pusat riset. Ya, Microsoft belum punya jumlah pusat riset sebanyak pusat yang dimiliki untuk mengembangkan software kode terbuka Open Source di Indonesia.

Demikian dikatakan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman usai acara Kuliah Umum dengan Bill Gate, di JCC, Jakarta, Jumat (9/5/2008).

“Open source jalan di tempat, tidak juga. Tadi Bill Gate bilang punya lima reserch center di Indonesia, kita untuk Open Source punya 12 di perguruan tinggi,” cetusnya.

Mengenai perseteruan antara produk Open Source dan produk proprietary Microsoft, Kusmayanto berpendapat, keduanya saat ini sebaiknya tidak dalam posisi diadu. Justru saling dimanfaatkan.

“Antara Open Source dan Microsoft dua-duanya koefesien, dua-duanya bisa jalan bareng, jangan dibenturkan,” seru mantan rektor ITB ini.

Ia mencontohkan, proses pengembangan Open Source dan penggunaan Microsoft bisa berjalan dengan baik, seperti yang telah dikembangkan di salah satu proyeknya di Bandung.

“Yaitu menggabungkan penggunaan Open source dan Microsoft di SMA,” tuturnya mengumpamakan.

di kutip dari www.detik.com


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar